Google+

Saturday, August 9, 2014

Rusa Sambar Berkembang Biak di Penangkaran Tahura

Maryoto (30), petugas yang merawat rusa sambar (Cervus unicolor), memberi makan rusa-rusa sambar yang ada di lokasi penangkaran di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (7/8). Penangkaran rusa sambar di Tahura Sultan Adam mulai dilakukan November 2012. Populasi satwa liar yang dilindungi itu bertambah dari enam rusa menjadi 13 rusa dalam kurun waktu sekitar dua tahun.
Rusa sambar (Cervus unicolor) yang ditangkarkan di Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, berkembang biak. Populasi satwa liar yang dilindungi tersebut bertambah tujuh ekor dalam dua tahun.

Penangkaran rusa sambar di Tahura Sultan Adam dimulai akhir 2012. ”Awalnya ada enam rusa yang kami tangkarkan. Kini, jumlahnya menjadi 13 rusa,” ujar Kepala Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Ahmad Ridhani, di Banjar, Kamis (7/8).

Dari 13 rusa sambar yang ada, 4 rusa jantan dan 9 rusa betina. Penangkaran rusa sambar itu tidak hanya untuk pelestarian, tetapi juga untuk edukasi dan berbagai penelitian.

Rusa sambar merupakan salah satu satwa asli Kalimantan. Habitatnya hanya ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Satwa liar tersebut patut dilindungi karena populasinya terus berkurang.

”Di alam bebas, rusa sambar kerap diburu. Rusa sambar di Kalimantan Selatan masih bisa ditemui di kawasan hutan Pegunungan Meratus,” ujar Ridhani.

Rusa sambar merupakan rusa terbesar di Indonesia. Rusa lainnya adalah rusa timor, rusa bawean, dan kijang. Tinggi rusa sambar bisa mencapai 1,6 meter dengan panjang 1,5 meter. Bobot pejantan bisa mencapai 100 kilogram.

Di lokasi penangkaran seluas 0,75 hektar, awalnya dipelihara enam rusa sambar (dua jantan dan empat betina) yang didatangkan dari Kalimantan Tengah. Sejak datang November 2012, ada yang sudah dua kali melahirkan.

Menurut Kepala Seksi Perlindungan Tahura Sultan Adam Alip Winarto, ada dua petugas khusus untuk menjaga dan merawat rusa sambar di tempat penangkaran tersebut. Dua petugas itu bertugas memberi makan rusa setiap pagi dan sore. Selain itu juga ada dokter hewan yang secara rutin memeriksa kondisi kesehatan rusa-rusa sambar itu.

Sumber: KOMPAS, SABTU, 9 AGUSTUS 2014



No comments:

Post a Comment