Penangkaran rusa sambar di Tahura Sultan Adam dimulai akhir 2012.
”Awalnya ada enam rusa yang kami tangkarkan. Kini, jumlahnya menjadi 13 rusa,”
ujar Kepala Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Ahmad Ridhani, di
Banjar, Kamis (7/8).
Dari 13 rusa sambar yang ada, 4 rusa jantan dan 9 rusa betina.
Penangkaran rusa sambar itu tidak hanya untuk pelestarian, tetapi juga untuk
edukasi dan berbagai penelitian.
Rusa sambar merupakan salah satu satwa asli Kalimantan. Habitatnya
hanya ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Satwa liar tersebut patut
dilindungi karena populasinya terus berkurang.
”Di alam bebas, rusa sambar kerap diburu. Rusa sambar di Kalimantan
Selatan masih bisa ditemui di kawasan hutan Pegunungan Meratus,” ujar Ridhani.
Rusa sambar merupakan rusa terbesar di Indonesia. Rusa lainnya adalah
rusa timor, rusa bawean, dan kijang. Tinggi rusa sambar bisa mencapai 1,6 meter
dengan panjang 1,5 meter. Bobot pejantan bisa mencapai 100 kilogram.
Di lokasi penangkaran seluas 0,75 hektar, awalnya dipelihara enam rusa
sambar (dua jantan dan empat betina) yang didatangkan dari Kalimantan Tengah.
Sejak datang November 2012, ada yang sudah dua kali melahirkan.
Menurut Kepala Seksi Perlindungan Tahura Sultan Adam Alip Winarto, ada
dua petugas khusus untuk menjaga dan merawat rusa sambar di tempat penangkaran
tersebut. Dua petugas itu bertugas memberi makan rusa setiap pagi dan sore.
Selain itu juga ada dokter hewan yang secara rutin memeriksa kondisi
kesehatan rusa-rusa sambar itu.
Sumber: KOMPAS, SABTU, 9 AGUSTUS 2014

No comments:
Post a Comment